Kupalingkan wajahku,
Karena tak mampu,
Tak layak,
Tak kuasa,
Menembus biji matamu,
Dan meraba ada apa di sana,
Kupalingkan wajahku,
Karena tak mampu,
Tak layak,
Tak kuasa,
Menembus hati di balik dada bidangmu,
Gelora yang tak biasa,
Gelora yang membawaku kemana-mana,
Tak tentu arahnya,
Tak tentu labuhannya,
Tak bertepi,
Aku lelah,
Aku putus asa.
Aku marah,
Aku kecewa,
Aku bukan lagi aku,
Kurapatkan telingaku pada dada bidang itu,
Mendengar degupnya,
Tak kudengar,
Kuarahkan mataku pada biji matanya,
Tak kulihat binarnya,
Kuberikan senyumku untuknya,
Tak berbalas seakan semuanya telah mati,
Aku berpaling,
Membalikkan tubuh lunglaiku,
Beranjak meninggalkannya,
Dengan gontai,
Dengan tetes paling bening dari pelupuk mataku,
Menapaki jalan lapang di depanku,
Selamat tinggal kenangan,
Selamat tinggal cinta,
Selamat tinggal getar yang paling menderu,
Dalam atmaku.




