Minggu, 22 Agustus 2010

TEPI HATI

Kupalingkan wajahku,
Karena tak mampu,
Tak layak,
Tak kuasa,
Menembus biji matamu,
Dan meraba ada apa di sana,

Kupalingkan wajahku,
Karena tak mampu,
Tak layak,
Tak kuasa,
Menembus hati di balik dada bidangmu,

Gelora yang tak biasa,
Gelora yang membawaku kemana-mana,
Tak tentu arahnya,
Tak tentu labuhannya,
Tak bertepi,

Aku lelah,
Aku putus asa.
Aku marah,
Aku kecewa,
Aku bukan lagi aku,

Kurapatkan telingaku pada dada bidang itu,
Mendengar degupnya,
Tak kudengar,
Kuarahkan mataku pada biji matanya,
Tak kulihat binarnya,
Kuberikan senyumku untuknya,
Tak berbalas seakan semuanya telah mati,

Aku berpaling,
Membalikkan tubuh lunglaiku,
Beranjak meninggalkannya,
Dengan gontai,
Dengan tetes paling bening dari pelupuk mataku,
Menapaki jalan lapang di depanku,
Selamat tinggal kenangan,
Selamat tinggal cinta,
Selamat tinggal getar yang paling menderu,
Dalam atmaku.

Senin, 16 Agustus 2010

MERDEKA...



Hari ini kita kumandangkan,
Merdeka...merdeka...
Rangkaian nada memuja negeri indahku,
Negeri indahmu juga,
Hiruk pikuk hingga di pelosok,
Dalam merah putih,
Berani dan suci,
Ah...

Enam puluh lima tahun lalu kita bersepakat untuk merdeka,
Saling jaga, saling sayang, saling peduli,
Mari genggam tanganku dan kugenggam tanganmu,
Jangan biarkan dan takkan kubiarkan dikau tergeletak tak berdaya,
Karena kita telah bersepakat,
Untuk menjadi satu diantara bangsa yang bermartabat di muka jagad raya ini.

Hari ini,
Aku ingin mengingat dan merenung,
Sejauh apa kita telah berjalan,
Aku terhenyak...
Memandangi wajahmu yang murung,
Matamu yang dulu bening berbinar-binar karena gairah kini sembab,
Menangis tak henti karena melihat anak-anakmu yang tak berdaya,
Berteriak serupa orang tak waras karena tak ada yang mendengar,
Menggenggam tanganmu yang ternyata begitu dingin,
Duh...

Berapa lama ternyata aku tak peduli,
Berjalan sendiri dalam sorak sorai,
Dalam gegap gempita,
Dalam kekuatan dan kegagahanku,
Dalam senyum dan ceriaku,
Aku telah lama melupakanmu,
Aku telah lama meninggalkanmu,
Berjalan tertatih-tatih karena menanggung bebanmu,

Duh, mengapa aku telah alpa,
Telah kehilangan kesadaran,
Telah tak setia pada janji bersama,

Pada enam puluh lima tahun silam,
Kita bersepakat untuk merdeka...
Merdeka....














Senin, 03 Mei 2010

SAHABAT

Bahagianya dapat bertemu kembali denganmu,
Di separuh perjalanan usia,
Perjalanan waktu menceritakan banyak hal,
Dalam hidupku pun hidupmu,
Segalanya bercampur,
Tawa, air mata, sukacita sekaligus dukacitanya,
Yang kulalui tanpamu,
Pun dikau lalui tanpaku,
Kelak,
Semoga kita dapat melakukannya bersama,
Betapa aku bersyukur kepada Tuhan,
Karena memiliki dikau sahabat.

Belajar dari kupu-kupu


Ketika masih kecil,
Sering kupandangi kupu-kupu,
Yang terbang dan hinggap,
Dari satu kelopak ke kelopak bunga lainnya,
Mereka adalah mahluk yang indah,
Namun teramat lemah, jinak dan tak berdaya,

Aku senang memandangi kepak sayapnya,
Warnanya senantiasa membuatku kagum,
Dengan lembut mereka terbang ke sana ke mari,
Kupu-kupu mahluk yang cantik

Ketika menjadi dewasa,
Bagiku kupu-kupu tetaplah mahluk indah,
Keindahan yang dapat kunikmati lebih dalam,
Sekaligus kekaguman akan hidupnya,
Rentang hidupnya tidaklah sepanjang rentang hidupku,

Dia melakukan tugasnya dengan sempurna,
Tak percuma ketika ia terbang dari satu kelopak ke kelopak lainnya,
Tak percuma ketika ia hanyalah kepompong,
Yang akhirnya memberikan keindahan warna sayapnya,
Ia melalui proses hidupnya,
Karena seperti itulah ia diciptakan,

Bagiku, ia tetap mahluk cantik,
Cantik dalam kelembutannya,
Cantik dalam kelemahannya,
Sekaligus mahluk yang tanpa ragu berkata pada Khaliknya,
"Aku telah menunaikan tugasku"

Belajar dari bunga


Jika kupandangi dan kuamati,
Semua bunga yang pernah kutemui,
Aku sejenak merenung,
Betapa banyak aku belajar darinya,
Sepanjang waktu,
Sepanjang musim,
Ia senantiasa hadir dalam warna indahnya,
Bentuk indahnya,
Harumnya,

Betapa kuat ia di dalam kelemahannya,
Betapa cantik ia di dalam kehadirannya,
Betapa bahagia ia dalam kehidupannya yang singkat,
Betapa mudah kita merangkainya dalam rangkaian indah,
Sekaligus betapa mudah tangan kita mencampakkannya,
Karena begitu rapuhnya ia,
Namun begitu menakjubkannya hidupnya,

Mungkin karena ia sungguh mengerti,
Untuk apa ia diciptakan oleh Sang Pencipta,
Yang akupun terkadang alpa untuk bertanya,
"Untuk apa aku diciptakan"

Minggu, 04 April 2010

Dari Eden ke Getshemani


Dari taman ke taman,
Dari Eden ke Getshemani,
Rentang panjang waktu,
Kisah kehidupan manusia terpapar di hadapanNYA,
DIA senantiasa tahu,
Siapa kita,
Karena DIA, Sang Maha Tahu,
Karena kita adalah kecintaanNYA.

Di Getshemani,
PeluhNYA menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan di tanah,
Dan DIA memilih kita karena cinta,

Di Golgota, DIA berujar,
"Ampuni mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat

Dan di hari kebangkitanNYA, DIA berujar,
"Damai sejahtera bagi kamu"

Rabu, 17 Maret 2010

MALAM


Malam,
Bulan, bintang dan binatang malam,

Langit gelap,
Sinar terang adalah bulan,
Itu jika dia tidak sedang malu-malu,
Dan bintang kecil disekeliling,

Binatang malam,
Jangkrik, walang kicir berlomba memamerkan suaranya,
Tingkahnya kalelawar yang berterbangan,
Tingkahnya tikus yang sibuk kesana kemari,
Tingkahnya musang yang waspada memandang sekeliling,
Kehidupan malam gelap yang ramai.

Ada kekuatan di setiap malam yang datang,
Ada kepenuhan di setiap malam yang berlalu,
Misterinya malam,
Senantiasa menggairahkanku.

Selalu kusuka,
Pada malam yang tiba.





Minggu, 14 Maret 2010

SELAMAT DATANG PAGI


Selamat datang pagi,
Selamat datang gairah baru,

Selamat datang pagi,
Dari gelap kepada kecemerlangan sinar,

Dari hawa sejuk pagi,
Kepada hangatnya sinar mentari pagi,

Dari kesenyapan pagi,
Kepada riuhnya binatang pagi,
Seakan berlomba,
Untuk menyambut pagi,

Aku mensyukuri semuanya,
Mensyukuri pagi yang datang kembali,
Mensyukuri bahwa aku masih dapat terjaga,
Mensyukuri bahwa aku masih dapat memandangi mereka yang kukasihi,
Mensyukuri bahwa aku masih dapat mengenang mereka yang kukasihi,
Mensyukuri bahwa aku masih dapat tersenyum,
Mensyukuri bahwa aku masih dapat bersyukur untuk semuanya,

Betapa agungnya DIA yang SUMBER SYUKUR ku,
Berjalan bersamaNYA mulai pagi,
Membuatku memiliki harapan,
Memiliki keberanian,
Memiliki kehormatan,

Terima kasih ALLAHku,
Terima kasih untuk pagi ini.